Nissan Manjakan Konsumen dengan Purna Jual
Nissan kini memiliki 120 outlet layanan purnajual di seluruh Indonesia. Jumlah itu tidak kalah dengan merek-merek lain karena cakupannya sudah mencapai 85 persen. ’’Secara coverage sudah sangat besar,’’ tuturnya.
Strategi penentuan harga jual dan ketersediaan suku cadang juga lebih baik daripada merek lain. Salah satunya jaminan spare part gratis jika tidak tersedia dalam waktu 1×24 jam.
Budi menjelaskan, layanan aftersales secara definisi memang diberikan setelah penjualan unit. Namun, konsumen memperhitungkan kualitas layanan purnajual sebelum membeli unit.
Karena itu, dengan peningkatan kualitas dan penerimaan pasar terhadap layanan purnajual, penjualan Nissan diyakini meningkat. Tahun ini Nissan memutuskan tidak mendatangkan produk baru. Meski demikian, Nissan akan menyegarkan sejumlah produk yang kini melenggang di pasar.
Mantan region country manager untuk Malaysia dan Vietnam Nissan Motor Asia Pasifik itu menegaskan, segala energi dan sumber daya akan dikerahkan untuk meningkatkan penerimaan masyarakat pada kualitas layanan purnajual Nissan.
’’Tahun ini tahun aftersales. Kami akan fokus melakukan aktivitas untuk meningkatkan image aftersales Nissan,’’ kata Budi di kantornya Selasa (22/3).
Strategi peningkatan image purnajual dilakukan bukan karena kesan negatif layanan purnajual di kalangan pengguna Nissan. Sebaliknya, pengguna Nissan mengakui, layanan purnajual semakin positif.
Meski demikian, masih banyak calon konsumen yang menanyakan layanan purnajual Nissan sebelum memutuskan membeli unit. ’’Masih ada pertanyaan apakah dilernya banyak? Kalau servis bagaimana?’’ katanya.


Komentar
Posting Komentar